Sabtu, 23 Juni 2012

Harta Karun Nusantara

Kehidupan sehari-harinya sangat bersahaja, menjaga dengan ikhlas ataupun terpaksa karena sudah menandatangani kontrak.
Pada tahun 90’an Miztix pernah mendapat informasi pendapat dari negara-negara yang mengikuti konferensi di San Fransisco, “ada negeri naga raksasa yang sedang tidur dan siap akan bangun, yaitu Indonesia”. Hal ini Miztix menjadi penasaran, karena jika dipikir dan direnungkan saja tentu tidak akan menemukan jawabannya, maka Miztix menelusuri untuk menemukan jawaban dari pendapat tersebut.



Sepuluh tahun kemudian sekitar tahun 2000 Miztix menemukan sedikit titik terang, walaupun kita abaikan tentang teknologi yang telah dikuasai oleh putera puteri terbaik Indonesia, karena bukan menjadi bahasan disini, tapi yang berkaitan dengan harta karun yang tak ternilai harganya.

Pada tahun 1992, Miztix pernah diajak teman yang mendapatkan sebuah peta dari seorang pemuda warga Belanda yang sengaja datang ke Indonesia. Dan menyerahkan peta harta karun peninggalan kakeknya yang telah menjajah Indonesia. Ia menyerahkan peta harta karun tersebut yang dimiliki kakeknya, dia berpesan bahwa peta itu milik bangsa Indonesia. Berbekal pengalaman dan ilmu terawangan Miztix dan teman-teman berhasil mendapatkan lokasi, sayangnya walaupun sudah mengerahkan 8 orang kuli dan palu godam, cangkul, pahat besar maupun peralatan lain, tidak mampu menjebol bunker dengan kedalaman 1.5 meter di tengah sawah, hal ini berlangsung selama 2 bulan. Akhirnya Miztix menyerah. Menurut orang pintar, untuk mengangkat harta karun, bukan dengan jalan menggali, karena dia statusnya barang gaib, jadi dia akan berpindah-pindah tempatnya walaupun kita berhasil menggalinya. Cara yang paling baik adalah dengan mengadakan ritual khusus untuk pengangkatan. Setelah mengetahui hal tersebut maka Miztix tidak pernah lagi melakukan penggalian, karena tentu akan sia-sia.

Terdengar kembali isu adanya harta karun peninggalan Presiden RI pertama, Soekarno, hal ini menarik minat Miztix, namun Miztix tidak mau gegabah, karena banyak sekali penipuan berkedok harta karun, biasanya orang yang tertipu habis hartanya dengan dalih untuk pencarian dan administrasi keanggotaan agar setelah berhasil mendapatkan harta karun kita bisa kebagian.

Setelah sekitan lama akhirnya di dapat kesimpulan, walaupun bisa jadi kesimpulan Miztix masih salah, mohon maaf jika memang salah. Harta karun Soekarno sendiri mengandung sumpah yang dikenal dengan istilah MBL, “mati, buta, lumpuh”. Yang artinya jika ada orang nekad mengambil tanpa izin orang yang diberi amanat, maka dipastikan selang beberapa waktu dia akan terkena MBL tersebut. Sayangnya banyak sekali orang yang mengaku diberi amanat, sehingga kita sulit untuk mengetahui kebenarannya. Karena menurut Miztix, orang yang memegang amanat Soekarno maupun yang palsu sama-sama agak sombong cenderung arogan. Hanya yang membedakannya ialah dengan cara mengukur tingkat kebatinan orang tersebut. Biasanya di atas paranormal yang sering mengiklankan dirinya di majalah atau koran ataupun televisi. Maka untuk orang awam maupun orang yang belajar ilmu kebatinan, jika tidak mempunyai ilmu jangka sukma, ilmu untuk mengukur kedalaman batin, sudah dapat dipastikan akan tertipu.

Penjaga harta amanat Soekarno disebut dengan “pini sepuh”. Terdiri dari tim 45 yang berjumlah 45 orang, merupakan barisan paling luar, dan lapisan yang lebih dalam lagi dinamakan tim 17 karena berjumlah 17 orang. Lapisan yang lebih dalam lagi adalah tim 8 orang dan semua tim tersebut diawasi oleh tim 3 yang terdiri dari 3 orang. Usia paling muda dari para pini sepuh tersebut adalah 90 tahun walaupun ada yang sudah mencapai lebih dari 150 tahun. Miztix pernah ditawari untuk menjadi pengganti salah satu pini sepuh yang telah meninggal, tapi dengan halus Miztix tolak dengan alasan klise, yaitu tidak bisa kaya.

Karena kita bisa memastikan para pini sepuh adalah palsu, jika dia mempunyai mobil atau rumah mewah. Kehidupan sehari-harinya sangat bersahaja, menjaga dengan ikhlas ataupun terpaksa karena sudah menandatangani kontrak. Dan entah sampai kapan, karena kontraknya sampai harta karun tersebut diangkat. Hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia, belum siap dengan harta karun, jadi pengangkatannya ditunda terus.

Dan dapat dipastikan pini sepuh pun mulai menghadap sang pencipta sebelum harta karun tersebut dicairkan. Semoga saja tidak harus menunggu 100 tahun lagi, toh demi kejayaan bangsa dan negara Indonesia serta kemakmuran rakyatnya.

Berapa banyak dan apa yang sesungguhnya tersimpan dalam harta amanat tersebut? Paling banyak adalah emas batangan. Dengan cetakannya ada yang bertuliskan 999 ada yang padi kapas, ada juga gambar Soekarno sendiri. Hanya sayangngya yang pernah Miztix lihat adalah kuningan sari. Jika pembaca pernah mengangkat dapat Anda timbang sendiri per batangnya, 1 kg persis atau tidak. Jika selisihnya besar, maka dipastikan palsu atau tidak dapat disempurnakan.

Simpanan lain ada yang platina, berlian dan uang koleteral, atau uang perjanjian hutang suatu negara terhadap Indonesia. Tidak ada yang tahu dengan pasti jumlahnya jika semuanya dihitung, hanya menurut pini sepuh kemungkinan bisa untuk membeli Amerika Serikat. Menurut Miztix mungkin hanya mengada-ngada, karena kenyataan rakyat kita masih seperti ini. Tapi pendapat pini sepuh dibenarkan tenaga asing yang kini bekerja untuk pembangunan Aceh pasca tsunami. Aapun hal di atas benar atau tidaknya bukan itu harta karun yang sesungguhnya, tapi jumlah rakyat Indonesia yang banyak dan semangat untuk menuju yang lebih baik dengan ridho dari Allat Swt, itulah harta karun yang sesungguhnya, mudah-mudahan kita tidak terlena dengan mimpi indah untuk hidup bergelimang harta karun, tapi lebih baik bekerja dengan lebih giat lagi dan bersemangat. (Miztix)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar Saya: